Raih Prestasi Gemilang di Tahun 2019, PDAM Jember Tasyakuran

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember menggelar tasyakuran atas berbagai prestasi yang diraih pada tahun 2019. Acara ini digelar Kamis malam, 16 Januari 2020, di Aula Pusdiklat BKPSDM di Jalan Nusantara, Komples GOR PKPSO Kaliwates.

Bupati Jember, dr. Faida, MMR., yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan, prestasi yang diraih PDAM Jember sangat membanggakan dan luar biasa. Prestasi menjadi bukti manajemen yang dijalankan secara professional.

“Prestasi ini tentu sangat membanggakan dan luar biasa. Menjadi bukti bahwa pengelolaan manajemen yang dijalankan profesional, karena bisa mengungkit kinerja PDAM dengan luar biasa,” ungkap bupati dalam sambutannya.

Pada tahun 2019, PDAM Jember meraih sejumlah target kerja dengan gemilang. Bahkan meraih prestasi dengan memperoleh penghargaan sebagai juara pertama BUMD di Jawa Timur dan meraih juara nasional dalam kategori PDAM dengan pelanggan di bawah 50 ribu.

“Hari ini tasyakuran karena PDAM Jember telah meraih target-target di tahun 2019 dengan gemilang,” ujar bupati.

Akses air bersih di Kabupaten Jember pada kepemimpinan direktur sebelumnya, bupati menjelaskan, sebesar 31 persen. Setelah di bawah kepempinan Ady Setiawan, kini sudah 58 persen. Selanjutnya harus mencapai 65 persen, karena ada suntikan anggaran dan investasi sebesar Rp. 15 miliar.

“Air bersih bukan sekedar pemasaran. Bukan sekedar untung atau jumlah pelanggan. Air bersih ini soal hak asasi dasar yang melekat pada semua orang,” tandas bupati.

Dalam kesempatan tersebut, bupati mengingatkan bahwa ada target besar yang harus dipenuhi. Yakni semua rumah tangga yang terdapat balita kondisi kerdil harus mendapat akses air bersih. Tahun ini Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan 4 ribu pemasangan gratis subsidi dari APBD Kabupaten Jember.

Terkait dengan pemasaran produk PDAM, seperti Hazora, bupati mendorong PDAM berpromosi hingga pelosok desa. Manajemen harus menyadari pelosok-pelosok desa juga perlu pelayanan produk PDAM Jember.

PDAM juga harus mendukung produksi tempat air yang ramah lingkungan. Caranya, dengan menggiatkan produk-produk galon besar. Langkah ini untuk mendukung kegiatan ramah lingkungan, yakni mengurangi sampah plastik.

Sementara itu, Direktur Utama PDAM Jember, Ady Setiawan, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa Bupati Faida menjadi satu-satunya bupati di Indonesia yang memberikan program pasang PDAM gratis untuk masyarakat.

Ady Setiawan juga mengungkapkan rasa bangganya, karena PDAM Jember telah mencapai juara pertama nasional untuk PDAM dengan pelanggan 30 ribu sampai 50 ribu.

“Tasyakuran ini juga dimaksudkan untuk persiapan tahun 2020 pasang gratis 4 ribu sambungan air bersih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2018 hingga 2019 telah mencapai 4 ribu pemasangan sambungan air bersih gratis. Untuk tahun 2020 ini akan kembali memasang 4 ribu sambungan. “Jadi total 8 ribu,” ungkapnya.

Pada bulan April nanti, lanjutnya, akan diadakan Kongres Air Minum tahun 2020, dengan menghadirkan artis Jember Dewi Persik.

Ady Setiawan juga menegaskan komitmen PDAM untuk turut serta menurunkan angka balita stunting di Kabupaten Jember.

PDAM juga turut serta menyelesaikan kasus wabah hepatitis dengan meluncurkan program turunan Siji Omah Siji Pam yakni “Air Keluarga Jember.” Progrm Air Keluarga Jember ini berada di 31 kecamatan di Jember. (izza/mutia/*f2)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close