Pendidikan Berbasis Kebudayaan Jadi Kekuatan Bangsa

This slideshow requires JavaScript.

Pendidikan yang berbasis kebudayaan menjadi sebuah kekuatan bagi Bangsa Indonesia.

Hal ini disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi daerah XXII di Alun-alun Jember, Kamis 02 Mei 2019.

Kepada wartawan, bupati mengatakan, saat ini pemerintah pusat mulai bergerak dari pembangunan infrastruktur menuju fokus pembangunan sumberdaya manusia.

Spirit pembangunan yang fokus kepada sumberdaya manusia ini sesuai dengan semangat peringatan Hardiknas kali ini.

“Spirit ini sesuai dengan semangat kita di Hari Pendidikan Nasional ini, bahwa pendidikan yang berbasis kebudayaan ini menjadi satu kekuatan bangsa,” ujarnya kepada wartawan.

Oleh karenanya, lanjut Bupati, arah pembangunan pusat dan daerah harus selalu sinergi. Sebab, pembangunan pusat juga ditentukan oleh lancarnya pembangunan di daerah.

Pendidikan adalah pondasinya pembangunan. Jika pendidikannya baik, maka pembangunan lainnya juga baik.

“Mari kesempatan ini jangan kita lengahkan. Jangan sampai ada yang putus sekolah. Jangan biarkan generasi kita kedepan tidak kita bangun sebaik-baiknya, karena ini tugas kita bersama,” pesannya.

Dengan spirit peringatan Hardiknas ini pula, bupati mengajak seluruh masyarakat untuk kembali bersatu dan fokus kepada pembangunan.

Pemilu sudah usai, semua harus kembali bersatu. “Kerja kerja kerja. Pemilu sudah usai, tinggal finishing penghitungan. Persatuan harus kembali, jangan sampai tercerai berai karena pilihan yang berbeda,” ujarnya.

Bupati juga mengatakan, Pemilu adalah bagian dari pendidikan karakter bangsa, untuk mendidik bangsa yang demokratis. (mutia/izza/*f2)

 

 

No Response

Leave a reply "Pendidikan Berbasis Kebudayaan Jadi Kekuatan Bangsa"