Pemuda Pemudi Berilmu Sayap Islam

This slideshow requires JavaScript.

Menuntut ilmu tidak memandang jenis kelamin. Lelaki dan perempuan harus memiliki ilmu. Apalagi ilmu itu untuk agama.

“Islam itu bisa terbang tinggi apabila mempunyai dua sayap. Sayap kanan adalah pemudanya, sayap kiri adalah pemudinya,”kata Drs. KH Abdul Muqit Arief, Rabu malam 26 Desember 2018.

Wakil Bupati Jember ini menyampaikan pernyataannya itu dalam pidato sambutan pada acara Jember Bumi Sholawat yang digelar di Ponpes Raudhatul Ulum II di Kecamatan Ledokombo.

Tak lupa pria yang akrab disapa Kiai Muqit ini menjelaskan sumber pernyataannya, yaitu berasal dari seorang pengurus PCNU Jember.

Pernyataannya itu tentang kewajiban menuntut ilmu dan terkait dengan program Pemerintah Kabupaten Jember, diantaranya program beasiswa bagi penghafal Al Qur’an.

Program itu untuk hafidz yang hafal Al Qur’an minimal satu juz. Beasiswa disediakan sampai ke jenjang pergurun tinggi di strata tiga. Beasiswa juga disediakan bagi anak yatim piatu.

Namun, bagi Wabup Jember Muqit, disebut sebagai anak yatim sebenarnya bukan karena tidak memiliki ayah, tetapi anak yang tidak mempunyai ilmu untuk kehidupan sehari-hari.

Meski tidak punya orang tua, jika dibekali dengan ilmu dapat menghadapi masalah dengan tabah dan tenang. “Banyak contoh anak yatim yang suksesnya karena dibekali ilmu pengetahuan,” ujarnya.

“Oleh karena itu menuntut ilmu itu penting hukumnya. Tidak memandang wanita atau pria harus memiliki ilmu,” Wabup. (mutia/*f2)

No Response

Leave a reply "Pemuda Pemudi Berilmu Sayap Islam"