Pemkab Jember Gelar Resepsi 5.000 Pasangan Pengantin

This slideshow requires JavaScript.

Pemerintah Kabupaten Jember menggelar resepsi bagi ribuan pasangan pengantin yang telah menjalani itsbat nikah. Pesta yang dikemas dalam Jember Mantu 5.000 Pengantin ini dihelat di New Sari Utama Kaliwates, Rabu 26 Desember 2018.

Para pengantin yang tidak lagi muda ini didandani dengan make up dan busana pengantin pada umumnya. Bahkan disediakan pelaminan yang bisa dibuat untuk berfoto sebagai kenang-kenangan.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menjelaskan, sebelum menggelar resepsi pemerintah menggelar itsbat nikah. Ini dilakukan karena banyak masyarakat yang telah menikah namun tidak memiliki dokumen perkawinan.

Itsbat nikah sebelumnya dilaksanakan setiap hari Jumat. Pelaksanaannya berada di kantor kecamatan, dengan tiga kecamatan digabung menjadi satu pelaksanaan itsbat nikah. Targetnya mencapai 5.000 pasangan.

“Dengan tidak punya buku nikah, maka ada hak anak, hak istri, hak suami yang tidak terpenuhi. Contohnya akte kelahiran anak hanya tercatat anak ibu, tidak ada ayahnya,” terang bupati. “Oleh karenanya difasilitasi APBD 2018 Kabupaten Jember untuk 5000 pasang pengantin,” imbuhnya.

Pada resepsi tersebut dibagikan akte kutipan penetapan sidang itsbat nikah, yang selanjutnya akan diberikan buku nikah kepada masing-masing pasangan.

Para pasangan pengatin ini mendapatkan fasilitas lainnya seperti antar-jemput. Sementara pasangan lansia mendapatkan asuansi kesehatan, serta pendataan kondisi keluarga untuk mendapatkan program pemerintah lainnya.

Bupati memberikan apresiasi kepada perangkat desa dan kelurahan maupun kecamatan dan aparat lainnya yang telah berhasil mendaftar sebanyak 5.000 pasangan. “Meskipun gratis tidak otomatis bersedia mendaftarkan diri,” ungkap bupati.

This slideshow requires JavaScript.

Keberhasilan menggelar itsba nikah dan resepsi 5.000 pasangan pengatin ini mencapat apresiasi Museum Rekor Indonesia (MURI) karena dinlai telah memecahkan rekor.

Sementara itu, Wakil Bupati Drs. KH Abdul Muqit Arief menjelaskan, dalam setiap kesempatan masyarakat mendapatkan penjelasan tentang pentingnya akte nikah, sehingga bisa terkumpul 5.000 pasangan ini.

“Apabila di kemudian hari ada masalah perkawinan, ketika tidak ada akte nikah, akan menambah masalah tersendiri. Banyak kaum ibu menjadi korban dan tidak mendapatkan hak haknya karena secara UU tidak terdaftar,” jelasnya.

Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Jember H.M Ali Lutfi, SH., M.Hum. menambahkan tentang teknis sidang yang dilakukan di beberapa kecamatan. Dalam persidangan Pengadilan Agama menurunkan 3 majelis hakim yang jumlahnya tidak kurang dari 9 orang hakim pada hari Jumat sidang on the spot.

Isbat nikah diperbolehkan berdasarkan ketentuan pasal 7 Kompilasi Hukum Islam.  Aturan pokoknya di pasal 2 UU no 1 tahun 1974.  “Bunyinya kurang lebih perkawinan itu sah apabila  dilakukan menurut hukum agamanya masing masing , dan ayat dua mengatakan bahwa perkawinan itu harus dicatat,” jelasnya. (izza/mutia/*f2)

 

 

 

 

No Response

Leave a reply "Pemkab Jember Gelar Resepsi 5.000 Pasangan Pengantin"