Pemkab Jember Fasilitasi Rapid Test untuk Difabel

Tiga orang penyandang disabilitas menjalani rapid test di Labkesda di Jalan Dewi Sartika, Rabu, 24 Juni 2020, sebelum berangkat mengikuti pelatihan di Pasuruan.

Rapid test itu difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Jember, untuk memenuhi persyaratan ketiganya kembali ikut pelatihan keterampilan.

“Sebenarnya ada empat orang yang akan berangkat. Tapi satu orang ternyata akan menikah, akhirnya tidak bisa ikut berangkat,” terang Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gatot Triyono.

Mereka akan mendapatkan keterampilan melalui pelatihan di Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Tuna Rungu dan Tuna Daksa di Pasuruan.

Selain itu mereka akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan rohani, motivasi, dan mendapatkan bantuan stimulan.

Seorang pekerja sosial yang mendampingi ketiga penyandang disabilitas itu, Yusuf Zainal Hidayat mengatakan, selain memfasilitasi rapid test, Pemkab Jember juga memfasilitasi pemberangkatan.

“Lebih aman karena berangkat dengan kendaraan dinas,” ucapnya. “Kalau menggunakan angkutan umum malah bahaya, mereka bisa rentan terpapar Covid-19,” katanya.

Salah seorang tuna daksa, Martha Edy Irawan, mengapresiasi usaha pemerintah dalam menjaga kesehatan para penyandang disabilitas.

Menurut dia, rapid test tersebut merupakan langkah yang tepat. Selain sebagai persyaratan mengikuti pelatihan, juga berfungsi untuk mengetahui kesehatan para difabel.

“Kalau kami sakit kan bahaya juga, bisa menulari banyak orang. Terutama para penyandang disabiltas lain yang mengikuti pelatihan di Pasuruan,” papar warga Dusun Krajan, RT 03, RW 10, Desa Biting, Kecamatan Arjasa, tersebut.

“Terima kasih, semoga kami selamat sampai tujuan,” pungkas pria yang mengambil pelatihan keterampilan sablon. Dua orang temannya mengambil pelatihan keterampilan menjahit dan bordir. (*f2)

 

Related Articles

Back to top button
Close