Pemkab Jember dan Pemkot Bengkulu Jalin Kerja Sama

Di tengah perhelatan Festival HAM 2019, Pemerintah Kabupaten Jember dan Pemerintah Kota Bengkulu menjalin kerja sama.

Kerja sama yang dibangun kedua pemerintah daerah ini tentang pendayagunaan potensi daerah dalam meningkatkan masyarakat yang religius.

Bupati Jember dr. Faida, MMR, dan Wali Kota Bengkulu H. Helmi Hasan menandatangani nota kerja sama itu di Ruang Lobi Bupati Jember, Rabu, 20 November 2019.

“Sekarang sudah tidak jamannya studi banding, tetapi best practice. Jika cocok dengan kondisi kita maka apa salahnya saling meniru,” kata Bupati Faida.

Dalam kerja sama ini nantinya, antara dinas kedua pemda dengan beberapa programnya akan menggunakan sistem ATM, yaitu amati, tiru dan modifikasi.

“Kami akan saling berbagi antara dinas, dan best practice-nya yang kita ATM,” tuturnya.

Pemkot Bengkulu ingin belajar cara memberi apresiasi kepada para hafidz dan hafidzoh dalam bidang keagamaan.

“Beliau (Wali Kota Bengkulu, red) spiritnya bagaimana  membuat masyarakat ke arah yang religius, apapun agamanya. Maka saya juga belajar best practice yang ada di Bengkulu,” tambah bupati.

Di Kabupaten Jember sendiri, agama Islam bukan kreteria penerima program beasiswa. Karena 10.118 mahasiswa se-Kabupaten Jember yang kuliah di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta, mendapat beasiswa.

Mayoritas penerima beasiswa adalah duafa. Ada juga yang berprestasi. Prestasi akademik, prestasi olahraga, prestasi seni dan budaya, serta prestasi Al-Qur’an.

“Jadi ini bukan suatu hal yang rasis dan melanggar hak asasi, karena tidak menutup agama apapun untuk mendapatkan akses program,” tegasnya.

Bupati menyatakan, target bersama dalam kerja sama ini berupa beberapa program non fisik, yaitu program bikin senang masyarakat. “Bukan sekedar bangun jalan dan gedung, tapi bagaimana membangun karakter manusianya,” katanya.

“Bukan hanya ilmunya, tetapi bagaimana bisa mengisi hidup dengan nilai-nilai yang tepat dan bisa lebih bersyukur dan bahagia,” imbuhnya.

Hal itu diantaranya cara menghindari banyaknya perceraian. Juga cara Pemkot Bengkulu membina masyarakat dengan program pembinaan menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah bagi mereka yang belum menikah.

Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan, menyatakan, dalam kerja sama ini untuk saling berbagi program Kabupaten Jember dalam memberikan kepedulian, kebahagiaan, dan menghidupkan suasana religius.

“Kerja sama ini bukan hanya sekedar tulisan ditandatangani, tetapi komitmen berjuang bersama membagikan kebahagiaan di tengah masyarakat Bengkulu dan Jember,” ungkapnya.

Helmi Hasan menyampaikan, bukan hanya pembangunan fisik suatu daerah yang penting. Tetapi yang terpenting adalah menghidupkan agama di tengah masyarakat. “Kunci kebahagiaan manusia adalah agama,” ungkapnya.

Helmi Hasan menyatakan, dalam kerja sama ini telah sepakat untuk saling menguatkan dan berkolaborasi dan bersinergi dalam setiap program unggulan.

Seperti program unggulan yang dimiliki Bengkulu. Setiap warga Bengkulu yang ingin menikah pada hari Sabtu dan Minggu bisa menggunakan mobil dinas wali kota berupa Alpard dan Fortuner.

“Ini sederhana, tetapi masyarakat merasakan bahwa kesannya pemerintah hadir di tengah masyatakat. Juga adanya program anak yatim yang tidak boleh tidak punya bapak, maka Wali Kota Bengkulu  sampai ke pejabat eselon empat mengadopsi anak yatim,” kata Helmi Hasan. (mutia/izza/*f2)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker