Pemerintah Gratiskan Ojek Pangkalan untuk Pelajar

This slideshow requires JavaScript.

Pemerintah Kabupaten Jember menggratiskan ojek pangkalan bagi pelajar yang berada di daerah yang sulit transportasi publik.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., menjelaskan, program tersebut dilatar belakangi oleh banyak daerah yang belum terjamah transportasi publik.

“Mengantisipasi anak-anak putus sekolah karena kesulitan transportasi di daerah-daerah pinggiran,” jelas bupati usai acara Kongres Ojek di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Minggu, 16 Desember 2018.

Upaya antispasi itu dengan menggandeng kerjasama dengan ojek pangkalan serta angkutan perdesaan dan angkutan perkotaan.

Khusus ojek pagkalan, mereka akan menjemput pelajar yang memang perlu penjemputan perseorangan. Caranya dengan menggunakan kupon gratis yang dibiayai oleh APBD Kabupaten Jember.

Lebih jauh bupati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Jember sedang menyiapkan aplikasi online untuk ojek pangkalan agar mereka bisa eksis sesuai kebutuhan jaman. Apalikasi ini diharapkan sudah running pada tahun 2019.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait perhatian pemerintah kepada tukang ojek, bupati mengatakan , tidak ada pembangunan yang sukses, kecuali kebutuhan mendasar masyarakat menjadi perhatian.

“Ini adalah kebutuhan yang menyangkut hak asasi manusia,” tuturnya. Kongres Ojek Pangkalan, lanjutnya, tidak hanya membahas kondisi ojek. Tetapi bagaimana ojek pangkalan juga menjadi solusi masalah di tengah-tengah masyarakat.

Dalam kongres tersebut, pemerintah membagikan jaket dan helm untuk keselamatan dalam bekerja. Selain itu, tukang ojek diikutsertakan dalam sejumlah program yang dicanangkan pemerintah.

Seperti beasiswa bagi tukang ojek yang memiliki jenjang pendidikan sarjana. Anak tukang ojek yang putus kuliah juga langsung mendapatkan beasiswa. Para tukang ojek yang memiliki anak kuliah tidak boleh langsung pulang, untuk mendaftarkan anaknya ikut dalam program beasiswa.

Begitu juga bagi puluhan tukang ojek yang belum memiliki surat nikah untuk langsung mendaftarkan diri dalam program isbat nikah. Di luar Aula PB Soedirman telah disediakan petugas Dispendukcapil untuk mendata peserta isbat nikah. (*f2)

No Response

Leave a reply "Pemerintah Gratiskan Ojek Pangkalan untuk Pelajar"