Pemerintah Bentuk Asosiasi Penyehat Tradisional

Sebagai upaya mewujudkan masyarakat sehat, Pemerintah Kabupaten Jember membentuk asosiasi penyehat tradisional. Asosiasi ini yang nantinya memberikan rekomendasi untuk mendapatkan surat terdaftar dari Dinas Kesehatan.

“Salah satu syarat untuk menjadi terdaftar harus ada rekomendasi dari asosiasi penyehat tradisional. Tahun ini kita akan bina mereka, karena mereka juga bagian penting dari upaya menyehatkan masyarakat Jember,” terang Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

Pembentukan asosiasi penyehat tersebut betepatan dengan Kongres Penyehat Tradisional yang berlangsung d Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Jum’at, 21 Desember 2018. Sekitar 1840 penyehat tradisional hadir memenuhi aula.

Bupati mengakui peran para penyehat tradisional ini dalam mewujudkan masyaakat sehat. Dukun pija, sangkal putung, akupresur, dan jamu gendong telah mengambil peran masing-masing dalam menyehatkan masyarakat.

“Mereka ini punya peran untuk mempertahankan kesehatan masyarakat,” jelas bupati dengan latar belakang profesi dokter ini. Peran ini harus dijelaskan kepada ribuan penyehat tradisional. Demikian juga status mereka yang harus terdaftar di Dinas Kesehetan.

Pengurusan surat erdaftar itu harus di kantor Pelayanan Terpadu satu Pintu (PTSP). Namun, karena tidak semua dapat berakses ke PTSP, ada kemudahan bagi mereka dengan mengurusnya melalui koordinir Puskesmas setempat.

Bupati menilai, sejatinya mereka bersaing dengan dunia global. Selama ini mereka biasa berjuang sendiri-sendiri secara tradisional. Karena itu mereka diberi pengarahan, bagaimana memperbaiki pelayanan, mempromosikan pelayanan, dan memberikan inspirasi bagi mereka.

Kedepan, jamu-jamu gendong akan dibina. Salah satunya dengan memberikan rombong yang lebih artistik dan lebih menarik.

Pemerintah juga berkomitmen bersama untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi, dengan tidak lagi memberi pertolongan ibu melahirkan oleh bukan tenaga kesehatan. Para dukun bayi yang dulu berperan sebagai penolong persalinan, sekarang berkomitmen menjadi pendamping.

“Pertolongan harus tenaga kesehatan, supaya bisa sama-sama menuntaskan mengurangi angka kematian ibu dan anak,” pungkasnya. (mutia/izza/*f2)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker