Pelatihan ESQ Bagi Pejabat untuk Pelayanan dengan Hati

This slideshow requires JavaScript.

Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pelatihan ESQ (Emotional Spiritual Quotient) bagi pejabat di lingkungan Pemkab Jember. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini, 26 – 27 Desember, dilaksanakan di Aula Diknas Jember.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemkab Jember Ir. Ruslan Abdul Gani mengungkapkan tujuan pelatihan agar pelayanan menggunakan hati.

“Sehingga pemimpin memandang kerja dan memimpin organisasi dengan hati, bukan sekedar penggugur kewajiban, melainkan sebuah pengabdian dan panggilan jiwa,” kata Ruslan Abdul Gani, Rabu 26 Desember 2018.

Pelatihan juga bertujuan agar bisa memaknai setiap tantangan dengan hati sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, sehingga dapat tetap bersemangat ketika dalam tekanan.

Meminimalisir sifat negatif dan menumbuhkan sifat positif sehingga mampu menjalankan amanah kepemimpinan dan memberikan pelayanan dengan hati.

Pelatihan ini diikuti sebanyak 199 pejabat JPT (Jabatan Pratama Tinggi) dan pejabat administrator di Lingkungan Pemkab Jember. Terdiri dari 30 JPT, 169 administrator, dan 22 lurah se-Kabupaten Jember.

Senior motivator ESQ Mukhlis Syamsudin menjelaskan, pelatihan ini untuk membuat sesuatu yang ada dalam diri untuk keluar. Trennya bukan dari luar ke dalam, yang bisa menjadi sebuah tekanan.

“Jika dari dalam keluar ini akan membuat sebuah bahagia. Bisa mengoptimalkan apa yang kita miliki,” jelasnya.

Sementar itu, Sekretaris Daerah Ir Mirfano mengatakan, saat kita akan melakukan kesalahan, hati nurani akan melarangnya. Jika sudah melakukan perbuatan salah, seseorang akan menyesal.

“Penyesalan ini tanda kembalinya seseorang kepada tuhannya. Inilah yang disebut manusia sebagai makhluk spiritual,” jelasnya.

Program yang berkaitan dengan kepemimpinan sangat dibutuhkan. ESQ ini sebagai salah satu program yang terkait dengan kepemimpinan. Mirfano mengingatkan, organisasi mengalami keberhasilan ditentukan dua hal, yakni leadership (kepemimpinan) dan sistem.

Kepemimpinan hadir untuk mempengaruhi orang lain dengan menggunakan kewenangan. “Sekarang, kewenangan itu digunakan cara apa, dengan power (kekuatan) atau empati,” ujar Mirfano.

Sekda berharap empati dipakai untuk menjalankan kewenangan tersebut. Hadirkan pertolongan orang-orang di bawah. Angkat yang di bawah, maka kita juga terangkat. (*f2)

 

 

No Response

Leave a reply "Pelatihan ESQ Bagi Pejabat untuk Pelayanan dengan Hati"