Nur Mustofa Hasyim : Mengawal Kecerdasan Bangsa Sejak Dini

This slideshow requires JavaScript.

Kongres Ibu Hamil memasuki gelombang kedua. Kamis 27 Desember 2018 digelar di Pondok Pesantren Ngasoi di Kecamatan Gumukmas.

Ada sekitar 5.500 ibu hamil di bawah 5 bulan yang menjadi pesertanya. Mereka berasal Kecamatan Gumukmas, Kencong, Puger, Wuluhan, Sumberbaru, dan Jombang.

Pengasuh Ponpes Ngasoi  Gumukmas  KH. Nur Mustofa Hasyim mengatakan, program ini sangat baik untuk ibu hamil yang akan melahirkan calon penerus bangsa.

“Kalau sekarang ibunya disehatkan, janinnya disehatkan, calon kecerdasan bangsa dikawal sejak dini,” katanya.

Ia pun mengaku bangga menjadi warga Jember, karena Puskesmas dan pelayanannya sudah bagus. Program Jember Sehat juga sangat bagus.

Nur Mustofa Hasyim mengingatkan jangan hanya sehat badan tetapi rohani juga harus sehat. Ia mengajak untuk berpikir positif.

“Jangan sering berprasangka buruk. Jika sering begitu, berarti hatinya tidak sehat. Maka dari itu, ayo semua ikut mendukung gerakan Bupati dan Wabup Jember untuk Jember Sehat,” serunya.

Sementara dalam paparannya, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menjelaskan program asuransi kesehatan bagi ibu hamil. Asuransi ini atas biaya Pemerintah Kabupaten Jember.

“Bagaimana membangun negeri jika bayi yang dikandungan belum jelas nanti waktu lahir siapa yang menanggung, belum diperhatikan sejak dini,” terang bupati.

Bagi bupati, ibu hamil merupakan pejuang-pejuang yang akan melahirkan generasi terbaik untuk bangsa Indonesia, generasi yang melanjutkan perjuangan.

Pelaksanaan Kongres Ibu Hamil di pondok pesantren, masih kata bupati, karena teriring harapan agar jabang bayi dalam kandungan tersentuh suasana ponpes, mendengar doa dan ceramah sejak dalam kandungan sehingga tidak asing dengan ilmu agama.

Asuransi kesehatan yang diberikan pemerintah digunakan untuk memeriksakan kandungan, baik di Puskesmas, rumah sakit, dan saat mendapat rujukan.

Meski demikian, asuransi ini tidak cukup untuk menyelesaikan masalah ibu hamil risiko tinggi dan angka kematian ibu hamil yang jumlahnya masih paling tinggi se-Jawa Timur.

Bupati menegaskan agar para ibu hamil, bapak maupun keluarga harus tahu tanda-tanda bahaya kehamilan. Diantara tanda-tanda itu yakni ibu hamil tidak mau makan dan muntah terus menerus, pendarahan, kaki bengkak dan sakit kepala hebat, ketuban pecah dini dan masih banyak lagi.

“Jika mengalami gejala  tersebut hendaknya periksakan ke dokter atau rumah sakit dengan menggunakan asuransi kesehatan atau BPJS Kesehatan,” saran bupati. (izza/mutia/*f2)

 

No Response

Leave a reply "Nur Mustofa Hasyim : Mengawal Kecerdasan Bangsa Sejak Dini"