Mudah Ajukan KUR dengan Kartu Tani

Petani penerima Kartu Tani mengaku mendapatkan kemudahan dalam mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menggunakan kartu yang dibagikan langsung oleh Bupati Jember, dr. Faida, MMR.

Petani asal Kecamatan Gumukmas bernama Wahyudi menjelaskan kemudahan yang didapatnya ketika mengajukan KUR Tani dengan kartu tersebut.

Pria yang baru-baru ini menanam jagung itu mengaku mendapatkan tambahan modal sebesar Rp. 3 juta dari Bank BNI dengan fasilitas Kartu Tani.

Ia sangat berbahagia. “Biaya ini digunakan untuk membeli bibit, pupuk, serta obat hama,” kata Wahyudi ditemui pada sela-sela kegiatan penyaluran Kartu Tani oleh Bupati Faida, Senin, 14 September 2020.

Untuk pengurusannya, kata Wahyudi sangat gampang. “Diawali pengajuan bank, survei lahan, langsung cair, dan gratis, tidak ada biaya biaya lain,” jlentrehnya seraya senyum.

Soal angsuran, Wahyudi tidak terlalu khawatir. Ada dua pilihan cara mengangsur. Yakni pascapanen atau tiap bulan.

Alhamdulillah, sangat membantu untuk usaha pertanian saya. Cicilannya nanti bisa pascapanen atau per bulan,” katanya.

Bupati Faida dalam kesempatan penyaluran menjelaskan manfaat Kartu Tani. Salah satunya untuk mendapatkan dukungan modal dari perbankan.

“Selain untuk pupuk bersubsidi, Kartu Tani ini bisa digunakan untuk mengajukan KUR. Tujuannya membantu petani membiayai usaha petani,” jelas Bupati Faida.

Dana yang diperoleh dari KUR itu digunakan untuk membeli pupuk, bibit, membeli alat-alat pertanian, sewa lahan. “Dan apapun yang berhubungan untuk memperlancar usaha petani,” tegasnya.

Pendistribusian Kartu Tani oleh Bupati Faida di wilayah Kecamatan Gumukmas berlangsung di empat desa. Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, juga menyerahkan kartu untuk petani di empat desa. Jumlah Kartu Tani yang didistribusikan di Kecamatan Gumukmas sebanyak 2.978.

Rinciannnya, di Desa Bagorejo (231 kartu), Desa Gumukmas (609 kartu), Desa Karangrejo (77 kartu), Desa Kepanjen (408 kartu), Mayangan (643 kartu), Menampu (456 kartu), Purwoasri (180 kartu), Tembokrejo (374 kartu).

Penyerahan kartu tersebut berlangsung meriah. Sebab, kedatangan Bupati Faida disambut antusian oleh warga dengan menampilkan pertunjukkan kesenian Hadrah dan Senam Cuci Tangan oleh ibu-ibu PKK.

Bahkan di Desa Mayangan ada produk UMKM makanan olahan khas warga yang dipamerkan saat acara. Diantaranya Bandeng Selimut, Sirup Pepaya, Dodol Pepaya, Kripik Usus Pepaya, dan lain sebagainya.

Produk tersebut mendapat apresiasi Bupati Faida. “Inisiatif yang baik dari warga Mayangan. Produk ini luar biasa. Saya bangga dan optimistis produk ini dapat menembus pasar nasional,” ujarnya.

Pemerintahan Kabupaten Jember, lanjutnya, akan membantu dari permodalan, pemasaran, dan distribusinya. “Sudah saatnya merk ini harus dipatenkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, mengingatkan petani akan berurusan dengan aparat penegak hukum apabila kedapatan memperjualbelikan pupuk bersubsidi.

“Jangan perjualbelikan pupuk bersubsidi yang panjenengan beli lewat Kartu Tani. Kalau ketahuan aparat, panjenengan akan berurusan dengan hukum,” kata Wabup Muqit Arief.

Kartu Tani harus disimpan dengan baik. Tidak boleh dipinjamkan kepada petani lainnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup Muqit Arief juga mendorong agar petani lainnya segera mendaftar ke kelompok tani untuk mendapatkan kartu tersebut. (mutia/hafids/*f2)

 

Related Articles

Back to top button
Close