Masjid Menjadi Pusat Pembinaan Akhlak dan Karakter

This slideshow requires JavaScript.

Sebagai tempat beribadah, masjid menjadi pusat pembinaan akhlak dan karakter bangsa melalui khutbah dan pengajian yang diberikan.

Hal ini disampaikan oleh K.H Baqir Faouq, Pengasuh Pondok Pesantren Maq’naul Ulum Desa Sukorejo, Kecamatan Sukowono.

K.H Baqir Faouq menyampaikannya dalam sambutan Kongres Takmir Masjid Kabupaten Jember, Kamis, 20 Desember 2018 di pondok yang diasuhnya.

“Pondok yang sudah berdiri 33 tahun, baru kali ini dikunjungi Bupati Jember,” ungkapnya di hadapan para takmir masjid dari Kecamatan Sukowono, Arjasa, dan Jelbuk.

Ia menjelaskan, sejatinya pembinaan akhlak dan karakter bangsa dimulai dari masjid. Pada khotbah setiap Jumat di dalamnya berisi etika dan akhlakul karimah, serta segala hal kehidupan berbangsa.

“Melalui para khatib yang berhak mendapatkan kesejahteraan dari Pemerintah Kabupaten Jember,” katanya dalam pidato sambutan di acara yang dihadiri Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.

K.H Baqir Faouq berharap kunjungan bupati membawa pencerahan bagi semua, utamanya masyarakat Sukowono.

Kongres Takmir yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jember, lanjutnya, merupakan wujud rasa peduli bupati terhadap takmir masjid di Kabupaten Jember.

Sementara itu, Bupati Jember Faida mengungkapkan kongres takmir yang diselenggarakan di sepuluh titik dalam rangka memberikan asuransi kesehatan bagi takmir masjid di Kabupaten Jember.

“Suatu apresiasi Pemerintah Kabupaten Jember atas kerja keras takmir dalam mengurus masjid,” ungkap perempuan pertama Bupati Jember ini.

Kunjungannya dalam kongres ini juga wujud keinginan silaturahim dengan para takmir masjid yang bertahun-tahun melayani umat melalui masjid.

Banyak takmir yang dari segi ekonomi kurang mampu, menjadi dasar  untuk memberikan asuransi kesehatan gratis dan keluarganya agar mendapat jaminan kesejahteraan sosial ketika sakit.

Soal kesehatan, masih kata bupati, merupakan hak dasar. “Guru ngaji dan takmir adalah orang-orang yang tidak pernah berteriak memperjuangkan nasibnya sendiri, kepentingan mereka sendiri,” ujarnya. Keikhlasan mereka itu menjadi dasar perhatian khusus.

Asuransi kesehatan gratis ini dibiayai Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPJS kesehatan sepanjang menjadi takmir masjid. (izza/mutia/*f2)

 

 

No Response

Leave a reply "Masjid Menjadi Pusat Pembinaan Akhlak dan Karakter"