Kunjungi Difabel Berat, Inilah Kesimpulan Wabup

Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, kembali berbagi dengan difabel berat. Kali ini, Rabu, 24 Juni 2020, berkunjung di wilayah Kecamatan Gumukmas.

Ada 16 rumah yang didatangi satu per satu oleh pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo ini.

Setiap datang, pria yang akrab disapa Kiai Muqit ini berbincang dengan keluarga penyandang difabel berat.

Juga memberikan bingkisan dan uang untuk meringankan beban mereka. Kursi ruda juga diberikan kepada difabel yang membutuhkan.

Dari hasil berkunjung ke rumah-rumah warganya itu, wabup memiliki sebuah kesimpulan.

“Apabila ada difabel usia 17 tahun ke bawah masih bisa jalan dengan cara berpegangan atau dituntun, sebaiknya tidak menggunakan kursi roda,” ujarnya.

“Tidak perlu menggunakan kursi roda supaya merangsang saraf-sarafnya kembali. Kecuali, sudah betul-betul tidak bisa berjalan tapi masih bisa duduk, mungkin masih bisa menerima bantuan kursi roda,” jelasnya.

Selain itu, wabup berjanji akan berkoordinasi dengan Bupati Jember, dr. Faida, MMR., untuk membahas kembali bantuan kursi roda beserta payung hukumnya.

Di sisi lain, wabup menyampaikan beberapa keluarga yang memiliki anggota difabel berat terkadang merasa kurang percaya diri. “Maaf sebelumnya, kurang percaya diri. Keluarga merasa ini sebagai aib,” tuturnya.

Padahal, tegasnya, anggota difabel berat bukanlah aib. Mereka adalah titipan tuhan. “Jadi, keluarga yang memiliki anggota difabel berat tidak usah merasa malu, tidak usah berkecil hati,” pesannya.

Wabup pun berharap kepada masyarakat sekitar untuk lebih pro aktif menguatkan keluarga-keluarga yang punya anggota difabel berat.

“Tidak mesti harus bantuan materi, tetapi juga dengan menguatkan, sehingga mereka menjadi percaya diri,” lanjutnya. Rasa percaya diri akan sangat membantu difabel berat untuk bisa terus bersemangat. (izza/*f2)

Related Articles

Back to top button
Close