Komitmen Tangani Balita Stunting di 31 Kecamatan

Balita stunting menjadi salah satu masalah untuk menuju Jember Sehat. Pemerintah pusat memberikan target prioritas penanganan di sepuluh desa. Namun, Pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen menangani di 31 kecamatan.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr. Siti Nurul Qomariyah, M.Kes., Senin (30/4/2018), saat rapat koordinasi kesehatan yang dipimpim Bupati Faida di Balai SerBa Guna Kaliwates.

“Kita komitmen melakukan penanganan di 31 kecamatan. Kita selesaikan balita stunting. Jadi tidak hanya sepuluh desa,” terangnya.

Ia menjelaskan, porsentase balita stunting sebesar 17 persen atau sebanyak 2.930 balita dari jumlah penduduk 2,6 juta jiwa.

“Ini kita berkomitmen bersama. Penanganan balita stunting itu kita lakukan secara sensitif dan spesifik,” jelasnya, Senin(30/4/2018), saat rapat koordinasi kesehatan di Balai Serba Guna.

Penanganan spesifik dilakukan kepada balitanya. Mulai dari proses kehamilan sampai dengan dia balita. “Gizinya kita periksa,” jelasnya.

Penanganan sensitif melibatkan lintas sektor. Salah satunya Dinas Cipta Karya, yang menangani sanitasi. Pemerintah akan melakukan pengecekan sanitasi di rumah penduduk.

Pengecekan itu untuk menentukan bentuk intervensi. Ada dua intervensi, memberikan bantuan karena memang miskin dan memberikan motovasi untuk membuat sanitasi bila penduduk itu mampu secara ekonomi.

Tahun ini, balita stunting mendapatkan makanan tambahan. Kemudian mengecek imunisasinya. Selanjutnya ada tambahan tablet dalam bentuk makanan, termasuk obat cacing. (mutia/izza/*f2)

No Response

Leave a reply "Komitmen Tangani Balita Stunting di 31 Kecamatan"