Jember di Zona Oranye, Pemerintah Siapkan New Normal

Perkembangan percepatan penanganan Covid-19 menunjukkan Kabupaten Jember berada di zona oranye. Perlu ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan untuk memasuki kondisi new normal.

“Paparan dari Gubernur Jawa timur sangat jelas, untuk posisi Kabupaten Jember saat ini berada di zona oranye, tapi belum kuning, dan ini yang menjadi pekerjaan rumah kita semua,” kata Bupati Jember, dr. Faida, MMR., usai rakor daring dengan Panglima TNI, Kapolri, dan Gubernur Jawa Timur.

Arahan gubernur sangat jelas agar menata kehidupan untuk lebih aman dan menyiapkan diri dengan keadaan new normal.

Lebih lanjut bupati mengatakan, Jawa Timur mempunyai ciri khas yang harus diimpelementasikan ke daerah maupun ke wilayah terpencil. Ciri khas itu yakni memiliki Kampung Tangguh Semeru, Pondok Pesantren Tangguh, Kantor Tangguh, Asrama Tangguh, Pasar Tangguh, Mal Tangguh, dan tempat ibadah tangguh.

Kehidupan harus terus berjalan. “Kita tata, tetap jaga jarak, memakai masker, cuci tangan, dan screening rapid test massal,” kata bupati.

Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Jember memasang wastafel 2.100 wastafel di kelas di sekolah yang berada di lingkungan pondok pesatren. Dua wastafel di tiap kelas ini untuk mendukung sarana Pesantren Tangguh.

Selain itu, pemerintah bersama TNI, Polri, dan Satpol PP menyiapkan pengawas protokol Covid-19 di tempat umum dan sarana publik yang mulai diaktifkan untuk kegiatan new normal.

Pengawasan ini untuk memastikan kegiatan tetap berjalan dengan tetap mencegah munculnya klaster baru. “Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak acuh pada protokol Covid-19. Untuk selamat, kita harus disiplin bersama-sama,” ujarnya.

Pemerintah saat ini juga sedang menyiapkan beberapa tempat pariwisata untuk menjadi pariwisata new normal. Penyiapan juga dilakukan di tempat umum, seperti restoran.

Setelah penyiapan tuntas, pada saatnya pemerintah mengeluarkan sertifikat kegiatan new normal. Sertifikat diberikan dengan komitmen mematuhi protokol yang disepakati. Apabila kesepakatan dilanggar, maka kemungkinan akan ditarik kembali.

“Kami semua berharap bahwa persiapan ini cukup matang, dan pada saat diizinkan kita semua bisa bergerak bersamasama,” tuturnya. (mutia/hafid/*f2)

 

Related Articles

Back to top button
Close