Ingin Baldatun Thoyyibatun Ghofur, Ingat Tiga 17

This slideshow requires JavaScript.

Panglima Besar Jenderal Soedirman telah berpesan kepada generasi penerus kemerdekaan, apabila ingin menjadi negara baldatun thoyyibatun ghofur agar tidak melupakan tiga 17.

“Yaitu 17 rokaat, 17 Agustus, dan 17 Ramadhan,” kata KH Saiful Bahri, Jum’at malam, 21 Desember 2018, saat tausyiah di acara Jember Bumi Sholawat di Ponpes Baitul Azhar, Desa Sumberpakem, Kecamatan Sumberjambe.

17 rokaat yang dimaksud adalah sholat lima waktu, yang jika dijumlah seluruh rakaatnya adalah tujuh belas. 17 Agustus adalah Hari Kemerdekaan Indonesia. “Bukan pemberian Belanda, bukan pemberian Jepang, tapi berkat rahmat Allah,” ujarnya.

Karena itu, generasi sekarang harus mengisi kemerdekaan dengan ilmu. Apalagi Pemerintah Kabupaten Jember telah memberikan beasiswa untuk menempuh pendidikan sampai ke jenjang perguruan tinggi. “Ini sudah cocok,” katanya.

Sementara 17 Ramadhan yang dimaksud adalah turunnya AL Qur’an. KH Saiful Bahri menjelaskan bahwa generasi penerus kemerdekaan untuk tidak melupakan AL Qur’an dengan memperlajari.

Terkait AL Qur’an, KH Saiful Bahri menyinggung program pemerintah, yakni memberikan beasiswa kepada para tanfidz untuk menempuh pendidikan sampai ke perguruan tinggi.

Sebelum tausyiah oleh KH Saiful Bahri, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menjelaskan berbagai program Pemerintah Kabupaten Jember yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Diantaranya adalah beasiswa bagi anak yatim piatu dan penghafal Al Qur’an. “Supaya kedepan generasi kita menjadi generasi yang lebih baik,” jelasnya.

Program lainnya yakni pusat kesehatan pesantren bagi pesantren dengan jumlah santri minimal 500 orang. Segala sarana dan prasarana ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Jember. Puskestren ini juga untuk masyarakat sekitar pesantren.

Juga ada program khitan 5.000 yang akan segera dilaksanakan. Masyarakat yang memiliki anak kecil yang belum khitan bisa mendaftar melalui pesantren, desa, atau kecamatan.

Isbat nikah juga menjadi program pemerintah. Program ini dilatar belakangi karena banyak pasangan yang saat menikah tanpa mendaftar di KUA. Pasangan  yang ikut isbat nikah ini akan dirayakan dengan program mantu.

Ada juga asuransi kesehatan bagi kaum miskin, termasuk bagi keluarga para penghafal Al Qur’an. “Dapat barokahnya Al Qur’an,” cetus bupati.

Namun, bupati juga berharap peran serta masyarakat untuk ikut menurunkan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Di Jember, angka kasus ini masih cukup tinggi, meski sudah mengalami penurunan dari sebelumnya. “Ini masalah besar bagi kita,” ujarnya.

Selesai sholawatan, bupati mengunjuni satu per satu lapak pelaku usaha produk lokal. Berbagai barang dijual dan dipamerkan dalam acara tersebut. Seperti batik Jember, manik manik, tahu, kopi, makanan ringan, kerajinan tangan, serta sandal modifikasi. (*f2)

 

 

No Response

Leave a reply "Ingin Baldatun Thoyyibatun Ghofur, Ingat Tiga 17"