Festival HAM 2019, Semangat Penyelenggaraan Pemerintah Berbasis HAM

Rangkaian kegiatan Festival HAM  2019 yang telah berjalan dua hari berakhir Rabu sore, 20 November 2019. Penutupan berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.

Dalam kesempatan itu, Bupati Jember, dr. Faida, MMR., menyatakan berkat pelaksanaan Festival HAM 2019 di Jember ini, pemerintah dapat lebih mendengar keinginan masyarakat yang bisa dilakukan bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini pun menghasilkan semangat bersama antara pemerintah kabupaten/kota dengan para aktifis HAM dan peserta Festival HAM 2019.

“Semangat untuk lebih komit kembali menyelenggarakan pemerintahan berbasis hak asasi manusia dan mengimplementasikan nilai-nilai HAM dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat,” ungkap Bupati Jember, Faida.

Bupati juga menyampaikan akan mengupayakan rekomendasi dari anak-anak tentang kurikulum nasional.

“Karena wewenangnya di pusat, saya akan berusaha mengantar anak-anak untuk menyampaikan sendiri rekomendasinya tentang kurikulum nasional kepada Menteri Pendidikan RI,” katanya.

Menurut bupati, Festival HAM 2019 di Jember melibatkan partisipasi dari lebih 1.000 peserta. Bahkan ada 500 anak-anak yang tergabung dalam kegiatan forum anak.

“Dalam forum ini anak-anak dibagi dalam lima kelompok, dan masing-masing kelompok memberikan rekomendasinya,” terang bupati.

Rekomendasi tersebut sebagian besar bisa ditindaklanjuti di Kabupaten Jember. Namun ada rekomendasi yang tidak selesai di Jember.

“Mereka ingin punya banyak waktu, dan tidak ingin hidup stress dan tertekan. Mereka ingin kurikulum 13 ada evaluasi dari pemerintah pusat,” kata bupati.

Menindaklanjuti rekomendasi itu, bupati berjanji mengantarkan anak-anak untuk menyampaikan rekomendasi itu langsung ke Menteri Pendidikan RI.

Rekomendasi lainnya, anak-anak ingin lebih banyak peluang kerja bagi orang tua mereka tidak menjadi buruh migrant. Dengan demikian, anak-anak bisa bertemu orang tua setiap saat.

Mereka ingin mendapatkan perlindungan dari bullying di sekolahnya. Mereka juga ingin kegiatan ekstrakurikuler disetarakan, baik sekolah yang di kota maupun di pelosok.

“Jadi tidak ada lagi sekolah favorit, karena ekstrakurikulernya lebih lengkap,” imbuh bupati.

Anak-anak ingin fasilitas publik di Jember lebih ramah difabel. Hal ini menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Jember untuk mewujudkan keinginan ini.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrembangdes), lanjut bupati, sudah ada instruksi untuk juga melibatkan anak-anak. Bupati menegaskan, keinginan dan kebutuhan anak-anak tidak bisa dimengerti kecuali oleh mereka sendiri. Karena itu, rekomendasi mereka adalah ingin terlibat dalam Musrenbangdes.

“Jadi, mumpung ada 161 kepala desa yang baru. Dengan mengikuti kegiatan HAM, para kepala desa diharapkan dapat lebih memahami hak anak dan bisa memberikan kesempatan dalam Musrembangdes bersama anak-anak,” tutur bupati. (mutia/izza/*f2)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker