Dua Aspek untuk Meningkatkan Keimanan

This slideshow requires JavaScript.

Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief menjelaskan, ada dua aspek terkait dengan upaya meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Pertama, upaya meningkatkan keimanan bersumber dari kemauan diri sendiri. Kedua, harus menciptakan lingkungan yang senantiasa meningkatkan keimanan.

“Saat masuk mobil, di kaca spion ada lafal Allah. Masuk rumah ada lafal Allah. Ini bisa meningkatkan keimanan kita,” ujarnya saat menjadi khotib sholat Jum’at di Masjid Cheng Hoo.

Keimanan manusia akhir zaman digambarkan mengalami kondisi naik dan turun. Berbeda dengan keimanan para nabi dan para sahabat nabi. Maupun keimanan para malaikat.

Keimanan para sahabat nabi ini selalu naik. Bahkan mereka telah dijamin oleh Allah untuk masuk surga.

Mereka ini selalu mensyukuri nikmat yang diberikan kepada Allah. Sekecil apapun nikmat yang dirasakannya.

Sedangkan keimanan para malaikat merupakan yang monoton. Malaikat selalu menjalankan perintah Allah SWT.

“Dari aspek biologis, kita memang diciptakan oleh Allah SWT sebagai sebaik-baiknya makhluk,” ujar wabup, Jum’at, 22 Maret 2019.

Namun demikian, apakah bentuk yang sebaik-baiknya itu menjadikan orang yang beruntung dan selamat di dunia dan akhirat.

“Tentu itu tergantung dari ketakwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT,” lanjut pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo ini.

Terkait upaya meningkatkan keimanan, wabup mengajak senantiasa untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Allah SWT. Sekecil apapun nikmat itu.

“Semoga kita seperti sahabat nabi dan Nabi Muhammad SAW, karena nabi menjadi suri tauladan kita semua,” wabup.

Wabup mengungkapkan, manusia pada akhir zaman yang memegang teguh ajaran Allah, maka ia akan diganjar keimanan 50 para sahabat nabi.

Berpegang teguh kepada ajaran Allah pada akhir zaman sangat berat. Ibarat memegang bara api. “Panas, tapi kalau kita lepaskan, kita jadi celaka,” tutur wabup. (*f2)

 

 

No Response

Leave a reply "Dua Aspek untuk Meningkatkan Keimanan"