Dirikan Bangunan yang Ramah Difabel

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., meminta para pengusaha yang telah mendapatkan ijin pendirian bangunan (IMB) untuk memperhatikan kebutuhan masyarakat difabel. Mereka juga harus membuka peluang kerja bagi masyarakat Jember.

Permintaan itu disampaikan bupati saat bertemu 16 pengusaha di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (26/3/2018). Para pengusaha ini menerima secara langsung sertifikat IMB dari bupati.

Perda tentang Difabel yang dimiliki Kabupaten Jember menjadi acuan bersama untuk menjadikan Jember sebagai kabupaten ramah difabel.

Terkait tenaga kerja, bupati mengungkapkan banyak bidan dan perawat yang menantikan lowongan pekerjaan.

Karena itu, bupati meminta pengusaha klinik atau rumah sakit untuk merekrut bidan dan perawat di Jember, kecuali memerlukan keahlian khusus hingga harus merekrut dari luar kabupaten.

Setelah berdiri, klinik atau rumah sakit tidak boleh menolak pasien miskin, terutama pada keadaan darurat.

“Saya akan tindak tegas untuk hal ini, bila ada klinik atau rumah sakit swasta yang menolak,” kata bupati.

Bagi pengusaha yang mendirikan lembaga pendidikan, bupati berpesan agar tidak menolak warga miskin dan difabel. Akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya.

Selain itu, para pengusaha diharapkan memperhatikan kepemilikan Kartu Kuning bagi para pencari kerja. Hal ini untuk menghindari perebutan pekerja dari perusahaan lain.

Guna memastikan perusahaan menjalankan komitmen ramah difabel dan merekrut tenaga kerja Jember, bupati memerintahkan pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk membuat nota kesepahaman.

Dalam waktu 3 sampai 6 bulan kesepakatan dalam nota kesepahaman tersebut bisa terrealisasi. Untuk ini, bupati memastikan akan ada pengecekan ke lapangan. (izza / *f2)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close