Bupati Kunjungi Warga yang Dikabarkan Sebagai Penculik Anak

 width=

Bupati Jember, dr. Faida, MMR., Kamis, 20 Februari 2020, bersilaturahim ke rumah warga korban tuduhan penculikan dan anak yang dikabarkan sebagai korban penculikan.

Pertama bupati mengunjungi Mohammad Hariyanto di Jalan Mawar XIX nomor 16. Di rumah berwarna oranye ini, bupati bertemu dengan Hariyanto istri dan cucunya yang sekolah di SD Negeri Jember Lor 1.

Hariyanto sebelumnya dikabarkan sebagai pelaku penculikan. Bahkan ia sempat dimintai keterangan oleh Kepolisian Resort Jember.

Dalam kunjungannya itu, bupati ingin menegaskan bahwa berita penculikan di Jember terbukti tidak benar. Namun, kondisi yang terjadi saat ini menjadi evaluasi bersama.

Berita tentang penculikan itu, kata bupati, berawal dari candaan Hariyanto kepada anak SD Negeri Jember Lor 1 saat menjemput cucunya.

Namun candaan itu ternyata disangka sebagai upaya penculikan. “Kita mengajak anak-anak waspada, sekolah waspada. Tetapi, ini candaan yang menjadi salah paham,” terang bupati usai bertemu Hariyanto.

Peristiwa yang dialami oleh Hariyanto, menurut bupati, menjadi pelajaran bagi semua pihak agar tidak bercanda yang menimbulkan persepsi macam macam. Dan, kewaspadaan tetap penting.

Bupati mengingatkan Jember sebagai kabupaten layak. Karena itu, fasilitas di sekolah mencakup keamanan anak didik.

“Masa depan kita ini di anak-anak. Maka, selain fasilitas pendidikan, juga perlu rasa aman untuk anak-anak,” terangnya.

Terkait keamanan, bupati menyampaikan ucapan terima kasih kepada TNI dan Polri. “Menjadi sahabat anak-anak sekolah, sehingga anak-anak memiliki rasa aman,” tuturnya.

“Saya ingin di Jember ini tentrem ayem. Apapun pembangunan itu, kalau tidak ada rasa aman ayem maka orang tidak akan merasakan kebahagiaan,” ujarnya.

Kepada siswa SD Negeri Jember Lor 1, bupati memberikan apresiasi karena tidak terjadi bullying kepada cucu Hariyanto. “Anak-anak membuktikan hebat,” ucapnya.

Siswi yang dikabarkan menjadi korban, ungkap bupati, juga tetap bersekolah. Para siswa mampu menerima satu sama lain. Sekolah juga tetap berjalan dengan lancar.

Setelah memberikan hadiah kepada cucu Hariyanto, bupati mengunjungi siswi yang dikabarkan menjadi korban penculikan di Jalan Tawangmangu. Di tempat ini, bupati juga memberikan bingkisan.

Sementara Mohammad Hariyanto, menceritakan, awalnya hanya bercanda tapi menjadi tersangka. “Mungkin ini teguran dari Allah. Jadinya saya harus hati-hati, yang penting cucu saya mau sekolah,” terangnya.

Meski menjadi pihak yang dirugikan, Hariyanto mengaku bersyukur. Sebab, selama ini belum pernah rumahnya didatangi bupati. “Saya bersyukur karena belum pernah dikunjungi bupati,” tuturnya. (mutia/izza/*f2)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close