Bupati Jamin Hak Warga Penolak Pungli

 

“Tolak! Saya jamin, tidak adanya biaya – biaya ini tadi tidak akan memengaruhi hak bapak – ibu di tahun 2018, selama syarat dan ketentuannya dipenuhi.”

Itu adalah pernyataan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., dalam pidatonya saat penyerahan bantuan bagi guru dan lembaga pendidikan sekolah swasta dan negeri di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Sabtu (30/12/2017).

Bantuan diberikan kepada guru diniyah madrasah swasta sebanyak 1.828 orang. Bantuan lainnya berupa komputer kepada 40 lembaga jenjang SMP, alat peraga edukasi kepada 75 lembaga, dan rehab gedung sd kepada 45 lembaga.

Bupati menyampaikan, pemberian bantuan tersebut tidak dipungut biaya. Tidak ada biaya administrasi atau biaya lainnya.

“Saya berharap semua pihak bisa memastikan dan menjaga tidak ada potongan serupiah pun untuk bantuan – bantuan yang diberikan hari ini,” ujar bupati.

Apabila ada oknum yang mengatakan bahwa hak para guru akan hilang bila tidak membayar untuk bantuan itu, Bupati menegaskan jaminan terhadap pemenuhan hak tersebut.

“Sampeyan harus berani bilang tidak kepada semua urusan pungli – pungli, yang tidak ada dasar hukumnya,” tegas Bupati.

Bupati juga menegaskan bahwa pemberian bantuan untuk guru diniyah diberikan melalui rekening. Ini untuk menghidari peluang terjadinya pungutan.

Terlebihb antuan untuk tahun ini paling lengkap 12 bulan. Sebelumnya, para guru hanya menerima enam bulan.

Urunan Pakdhe Karwo urunan sama Bupati. Separo dibayari Pakdhe Karwo, separo dibayari Bupati,” ujar Bupati seraya tersenyum.

Terkait bantuan tersebut, Bupati berpesan agar pada tahun 2018, para guru sudah bisa melengkapi berkas persyaratan lebih awal. Januari atau Pebruari sudah tuntas. Melebihi jadwal ini, menurut Bupati, akan ditinggal.

Tentang pertemuan di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, bupati menyampaikan tujuan yang ingin dicapai.

“Mengapa perlu kita selenggarakan kegiatan (silaturahmi) ini” Ini sebagai upaya layanan kepada bapak dan ibu semuanya, sebagai upaya transparansi laporan, supaya jelas siapa menerima apa,” ungkap perempuan pertama Bupati Jember ini.

“Jangan sampai di belakang ada laporan penerima fiktif, karena ini bukan bantuan fiktif. Ini bantuan yang jelas: penerimanya jelas, jumlahnya pun jelas,” kata Bupati yang disambut tepuk tangan para guru.

Silaturahmi juga sebagai upaya koordinasi dengan guru diniyah penerima bantuan. “Karena ini tahun pertama bantuan untuk diniyah di Jember yang lengkap bisa 12 bulan untuk tahun pertama ini,” ungkap Bupati. (izza /*f2)

 

 

Related Articles

Back to top button