Bupati Faida Jelaskan Sidang Mediasi Ke Warga Silo

This slideshow requires JavaScript.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., memanfaatkan kunjungannya pada momen Jember Specta Culture di Kecamatan Silo, Sabtu Malam 15 Desember 2018,  untuk menjelaskan perjuangan menolak tambang emas Blok Silo.

Bupati menceritakan sidang mediasi di Kementerian Hukum dan HAM sebagai upaya maksimal pemerintah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Jember.

Sidang tersebut digelar karena ada masalah yang berbenturan dengan peraturan. Terkait tambang, kewenangan perizinan tambang tidak lagi di kabupaten, tetapi ditarik ke provinsi. “Ini alasannya,” tutur bupati.


Baca Juga: Bupati Tempuh Jalur Non Litigasi untuk Tolak Tambang


Rekomendasi tambang emas di Silo, lanjut bupati, terjadi tanpa ada komunikasi dengan Pemkab Jember. “Tiba-tiba provinsi memberikan rekomendasi kepada pusat,” ungkapnya.

“Karena saya yakin masyarakat Silo tidak menginginkan, sesuai dengan amanat masyarakat bahwa masyarakat tidak ingin di Silo berubah menjadi blok tambang tetapi ingin di Silo tetap maju pertaniannya, maju kopinya, sawah dan ladangnya,” jlentreh Bupati Faida.

Untuk itu Pemkab Jember mengajukan sidang mediasi. Sidang yang pertama sudah digelar di Jakarta, yang dihadiri oleh Bupati Jember, Kabag Hukum, dan Kepala Disperindag Jember. Dalam sidang itu menyampaikan tuntutan masyarakat. Sidang ini akan berlanjut ke sidang kedua.

Meski ada masalah tambang emas, Bupati Faida meminta masyarakat untuk menikmati pergelaran pandhalungan. Bupati juga meminta masyarakat untuk mengabaikan perkataan yang dapat mengadu domba masyarakat Silo yang tentrem. (mutia/izza/*f2)

No Response

Leave a reply "Bupati Faida Jelaskan Sidang Mediasi Ke Warga Silo"