Bupati Dorong Penyehat Tradisional Terdaftar

This slideshow requires JavaScript.

Jumlah penyehat tradisional di Jember mencapai ribuan orang. Dari jumlah itu lebih banyak yang belum terdaftar secara resmi. Karena itu, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., mendorong para penyehat tradisional untuk mendaftarkan diri.

“Bapak ibu yang melayani kesehatan di Jember sebagai penyehat tradisional harus terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Jember sebagai penyehat tradisional resmi Kabupaten Jember,” kata bupati dalam Kongres Penyehat Tradisional, Jum’at, 21 Desember 2018, di Aula PB Soedirman Pemkab Jember.

Bupati menjelaskan, para pewaris budaya asli Indonesia ini berjumlah 1.840 orang. Namun, baru ada 54 orang yang sudah memiliki Surat Terdaftar Pengobat Tradisional (STPT). Tukang pijat lainnya belum memiliki dan sebagian masih mengurus.

Dari data yang didapat menjelaskan terdapat pijat sangkal putung sebanyak 65 orang, dengan satu orang yang sudag terdaftar. Terdapat juga pijat refleksi sebanyak 70 orang, namun semuanya belum punya STPT.

Untuk menjadi penyehat tradisonal resmi harus ada pendaftaran dan perijinan STPT. Masa berlaku  terdaftar selama 2 tahun dan akan didata ulang 2 tahun sekali.

Kongres Penyehat Tradisional digelar untuk memberikan bekal kepada para penyehat tradisional dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik dan benar di Kabupaten Jember.

Bupati Faida meminta penyehat tradisional mempromosikan kemampuannya masing-masing, supaya masyarakat tidak salah paham untuk penyelesaian masalah kesehatan. Terlebih, penyehat tradisional tidak boleh berperan sebagai dokter atau seperti bidan bahkan berperan sebagai perawat.

“Diakui tidak di akui, penyehat tradisional kita ini termasuk bagian yang membantu menyehatkan masyarakat Jember,” Bupati Faida. Jika saat pasien pijat tiba-tiba tidak sadarkan diri untuk segera menelpon 0331 425 222.

Lebih jauh bupati menjelaskan program Indonesia Sehat, yang didalamnya terdapat tiga pilar. Pertama,  paradigma sehat untuk promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat dengan sasaran utama keluarga.

Kedua, penguatan pelayanan kesehatan, asuhan mandiri pemanfaatan toga dan akupresur. Ketiga, asuransi kesehatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Jadi penyehat tradisional masuk pilar satu program kesehatan Indonesia,” terangnya.

Terkait racikan obat, bupati berpesan agar membaca brosur sehingga tidak ada kesalahan ramuan. “Berkumpul ini cuma satu tujuannya yaitu memberikan perlindungan kepada masyarakat, supaya jelas siapa boleh melakukan apa untuk melayani masalah seperti apa,” jelasnya. (mutia/izza/*f2)

 

 

No Response

Leave a reply "Bupati Dorong Penyehat Tradisional Terdaftar"