Bupati Berikan Apresiasi Kepada Penjaga Sekolah

Penjaga sekolah memiliki peran penting memberikan rasa aman bagi anak-anak didik di sekolahan. Hal ini yang kemudian mendorong Bupati Jember, dr. Faida, MMR., memberikan apresiasi.

Perhatian itu disampaikan bupati saat Kongres 571 PTT Penjaga Sekolah SD/SMP Negeri Kabupaten Jember Tahun 2019 yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, Jumat, 20 Desember 2019.

Pertama, bupati memberikan surat tugas kepada para penjaga sekolah. Surat tugas ini pun memperjelas fungsi dan tanggung jawab penjaga sekolah.

“Penjaga sekolah diberikan surat penugasan, yang datanya diperoleh dari pihak sekolah dan baru selesai verifikasi administrasi,” katanya.

Kemudian memberikan standar honor. Besaran honor sesuai dengan masa kerja. “Walaupun honor belum ideal, tetapi ini sebagai apresiasi untuk mereka yang berkomitmen menjaga sekolah,” ungkapnya.

Jika masa kerja 0 – 5 tahun diberikan honor Rp. 500 ribu. Masa kerja 6-10 tahun diberikan honor Rp. 600 ribu. Masa kerja 11-15 tahun diberikan honor Rp. 700 ribu.

Masa kerja 16-20 tahun diberikan honor Rp. 800ribu. Masa kerja 21-25 tahun diberi honor Rp. 900 ribu.  Dan, masa kerja lebih dari 26 tahun diberikan honorer Rp. 1 juta.

“Honornya jelas, karena memakai buku rekening,” terang bupati.

Penjaga sekolah juga harus memiliki kompetensi terhadap tugas dan tanggung jawabnya. Diantaranya menguasai kondisi keamanan sekolah, menguasai teknik pengamanan sekolah, dan menerapkan prosedur operasi standar pengamanan sekolah.

“Banyak penjaga sekolah yang tidak tahu bahwa penjaga sekolah juga harus mempunyai kompetensi,” terang bupati.

Karena itu, masoh kata bupati, pemenuhan dan peningkatan kompetensi itu harus dimulai. “Supaya ke depannya anak-anak kita dan sekolah lebih aman,” harap bupati.

Para penjaga sekolah ini akan ada pembinaan khusus, baik kompetensi dan ilmu bela diri. Pembinaan ini untuk mendukung niat baik penjaga sekolah dalam menjaga sekolah bisa terlaksana dengan baik.

Ke depan, masih kata bupati, pemerintah akan menindaklanjuti dengan mengeluarkan kebijakan agar penjaga sekolah mendapatkan jaminan sosial BPJS Kesehatan dan Ketenagkerjaan.

“Apapun kondisinya, jaga sekolah. Jangan sampai anak-anak keluar sekolah tanpa sepengetahuan guru. Apalagi dijemput orang tidak dikenal. Penjaga sekolah adalah benteng sekolah kita,” kata bupati.  (mutia/*f2)

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker