Bupati Berbagi Pengalaman Soal Pancasila

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., berbagi pengalamannya soal implementasi Pancasila saat menjadi pembicara dalam Talk Show Kebangsaan bertema Pancasila dalam Perbuatan di Glovic Cafe and Bakery. Kegiatan yang digelar Sabtu (02/06/18) malam ini menjadi rangkaian Bulan Pancasila.

Berbicara Pancasila dan perbuatan, kata bupati, seperti sesuatu yang berbeda. “Tetapi, kalau kita menyadari dan memahami, butir-butir Pancasila bisa benar-benar menjadi spirit langkah-langkah kita dan memantapkan langkah apabila ada suatu polemik, kita kembali ke dasar-dasarnya,” jelasnya.

Pancasila tidak bertentangan dengan ajaran manapun. Dalam pengalaman bupati terkait sila pertama Pancasila, jika percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka sudah ada ketentuannya, sudah ada jalan takdirnya.

Terkait takdir ini, Bupati menyontohkan ketika sebagai calon bupati. Ketika itu banyak pihak memberikan saran agar menang. Tetapi, bupati mengambil langkah berjuang sebaik-baiknya. “Bukan yang sekeras-kerasnya dan bukan menghalalkan segala cara,” ujarnya. “Takdir terbaik hanya didapatkan dengan berjuang dan cara-cara yang sebaik-baiknya,” imbuhnya.

Pengalamannya dengan sila kedua, bupati menyampaikan keyakinannya bahwa setiap manusia mempunyai kesempatan yang sama untuk berprestasi dan berkarya. “Kalau kita yakin kesamaan derajat, maka kita tidak akan ragu-ragu untuk mengambil keputusan,” ujarnya.

Soal menghargai persamaan derajat, bupati menceritakan terkait protokoler yang terlatih melayani tamu VVIP seperti pejabat. “Jarang kita sadar, sebenarnya tamu-tamu VIP kita justru dari kalangan-kalangan miskin, kalangan-kalangan dhuafa yang selama ini harusnya diperlakukan sebagai tamu VVIP di rumah kita, di kantor kita, di ruang-ruang pertemuan kita,” tutur bupati.

Ia pun berpesan agar tidak pernah capek dan takut untuk berbuat baik kepada sesama, karena sejatinya kebahagiaan itu berada ketika berguna kepada sesama.

Pengalamannya yang terkait persatuan, bupati bercerita saat awal menjabat. Ia dihadapkan dengan aparatur yang sebagian bukan pendukungnya. Bupati pun membuat sinergi dengan apparatur itu, meski mendapat tentangan dari pendukungnya.

“Bagaimana kita menaruh kepentingan bangsa dan negara kepentingan pembangunan Kabupaten Jember ini di atas kepentingan golongan, termasuk kepentingan pendukung,” ujarnya. “Kunci sukses adalah menyinergikan perbedaan-perbedaan,” imbuhnya.

Bupati menegaskan, para pemuda generasi penerus harus berani memberantas pungli dan korupsi. Melawan korupsi dan pungli adalah kunci sukses untuk sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Tanpa generasi yang berani berperang dengan pungli dan korupsi, mustahil keadilan sosial bisa kita raih,” pungkasnya.

Selain bupati, pembicara lainnya yakni Hakim Mahkamah Konstitusi I Dewa Gede Palguna, Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, Guru Besar Ilmu Hukum dan Dirjen Peraturan Perundang-undangan Kementerian Hukum dan HAM Widodo Ekatjahjana, serta News Anchor CNN Indonesia Indra Maulana. (izza/mutia/*f2)

No Response

Leave a reply "Bupati Berbagi Pengalaman Soal Pancasila"