Bupati Apresiasi Majelis Dzikir Rotibul Haddad

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., mengapresiasi Majelis Dzikir Rotibul Haddad yang digelar di Masjid Jami’ AL Baitul Amin, Kamis (3/5/2018) malam.

Mejelis dzikir yang rutin digelar setiap Kamis malam Wage dalam hitungan kalender Jawa ini, menurut bupati, sesuai salah satu program kerja Bupati  Jember.

“Majelis dzikir ini sesuai dengan salah satu janji kerja bupati, yaitu menjadikan Jember sebagai Bumi Sholawat,” ungkap bupati di hadapan ratusan jamaah.

Majelis dzikir ini dipimpin oleh H. M. Mushoddiq Fikri Farouq, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Riyadus Sholihin, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates.

Mengenakan busana berwarna serba putih, Bupati juga mengingatkan agar selalu meminta nasehat kepada Al Qur’an dan hadits apabila mendapatkan masalah.

“Memang betul, jangan meminta nasehat ke yang lain-lain. Mintalah nasehat kepada orang mengerti ilmu agama, karena kunci kebenaran tidak kemana-mana, ada di Al Qur’an dan Hadits,” ujarnya.

Soal meminta nasehat itu, bupati memiliki pengalaman dengan H. M. Mushoddiq Fikri Farouq. Bupati meminta nasehat kepada pria yang akrab dipanggil Gus Fikri itu ketika bingung menghadapi berbagai isu politik.

Isu yang membuatnya harus meminta nasehat terkait gratis bagi duafa. Ketika itu bupati sudah akan menghentikan operasi gratis yang telah digelar bertahun-tahun di RS Bina Sehat, karena isu politik.

Untuk menjawab keluhan itu, Gus Fikri mengambil Al Qur’an dan membacakan dua ayat yang terkait dengan problem yang dihadapi bupati itu.

Saat dibacakan dan dijelaskan arti ayat tersebut, bupati menangis. Hingga operasi gratis bagi dhuafa tetap dilanjutkan karena bupati takut banyak warga miskin yang menjadi orang kufur dan tersesat.

Bupati pun bersyukur diingatkan Gus Fikri melalui dua ayat tersebut. “Kalau tidak diingatkan, saya akan kalah hanya dengan tekanan politik yang sifat sebenarnya hanya mengganggu perasaan,” jelas mantan Direktur RS Bina Sehat ini.

Setelah mendapat nasehat, Bupati pun yakin aktifitas yang dilakukannya tidak melanggar aturan-aturan yang ditetapkan Allah SWT. “Bukan melanggar aturan-aturan Allah,” lanjutnya.

Sebelumnya, Gus Fikri mengungkapkan pernah kedatangan tamu yang meminta nasehat. Tamu itu adalah Bupati Faida, yang ketika itu menjadi calon bupati.

Sementara dalam ceramahnya, Gus Fikri mengajak jamaah untuk memfokuskan diri beribadah dalam bulan ramadhan yang sebentar lagi datang. Ia juga meminta jamaah mendoakan para pemimpin negeri ini.

“Kalau ada satu doa yang langsung terkabul, saya akan berdoa untuk pemimpin,” jelasnya menyitir sebuah hadits. “Kalau pemimpin baik, maka kebaikan itu akan kita rasakan,” tegas Gus Fikri.

“Kuatkanlah, bupati, gubernur, dan presiden untuk menjalankan amanat,” doa Gus Fikri. (mutia/*f2)

No Response

Leave a reply "Bupati Apresiasi Majelis Dzikir Rotibul Haddad"