Boyong Ibu-ibu Pinggiran Desa ke Kota Ikut Wisata Religi

This slideshow requires JavaScript.

Sekitar enam ratus ibu-ibu muslimat dari Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, menikmati perjalanan wisata religi yang dihelat oleh Pemerintah Kabupaten Jember.

Menggunakan 53 mobil, mereka berangkat dari SMP 1 Silo, Jum’at siang, 8 Maret 2019. Dengan kawalan polisi, tujuan pertama adalah Masjid Muhammad Cheng Hoo di belakang kantor Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates.

Kepala Bagian Bina Mental Pemkab Jember Bambang menyatakan, wisata religi ini merupakan program Bupati Jember. Ada enam jadwal wisata.

“Hari ini, hari pertama wisata religi yang diikuti ibu ibu muslimat Silo,” terang Bambang di Masjid Cheng Hoo.

Setelah sholat ashar di masjid ini, rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Raudatul Muchlisin. Berikutnya adalah ziarah ke makam KH Muhammad Shiddiq, yang tak jauh dari Masjid Raudatul Muchlisin.

Menjelang maghrib, jamaah menuju Majid Jami’ Al Baitul Amin. Di masjid yang bentuknya mirip Keong ini jamaah melaksanakan sholat maghrib dan isyak.

Setelah sholat isyak, jamaah menuju lantai dua Pendopo Wahyawibawagraha. “Disana mereka akan disambut Ibu Bupati Jember,” imbuhnya. Di tempat ini jamaah menggelar sholawatan bersama bupati.

Sekretaris Takmir Masjid Muhammad Cheng Hoo mengaku bersyukur mendapat kunjungan dari muslimat Silo.

Kunjungan itu semakin menambah pengetahuan masyarakat tentang salah satu ikon masjid yang bernuansakan Tionghoa di Jember.

“Kebanyakan orang tahu ini dikira klenteng,” ungkapnya. Ketika masuk, masyarakat terkejut karena ternyata masjid.

Untuk menyambut kedatangan rombongan wisata religi ini, Totok mengaku persiapannya cukup sederhana saja. Sebab, masjid ini sudah sering dikunjungi masyarakat dari seluruh Indonesia.

Ajak Rasakan Ademnya Pendopo

Peserta wisata religi ini adalah ibu-ibu dari pinggiran desa. Mereka ini jarang ke kota. “Ibu-ibu kalau dari desa ke kota kan jarang,” tutur Bambang, Kepala Bagian Bina Mental Pemkab Jember.

Itu pula yang menjadi salah satu alasan mengajak ibu-ibu asal perdesaan untuk berwisata religi ke masjid-masjid di perkotaan yang menjadi ikon wisata.

Wisata ini akan berlangsung dalam enam gelombang. Muslimat dari Silo mendapat kesempatan pertama. Peserta wisata religi berikutnya akan bergilir dari desa dan kecamatan lainnya.

Saat ini, wisata religi ini masih dibiayai oleh Pemeritah Kabupaten Jember. Kedepan, Bambang berharap muncul wisata yang dilaksanakan secara mandiri oleh masyarakat.

Dengan wisata religi ini, masyarakat diajak menikmati tempat-tempat yang menjadi ikon religi di Bumi Pandhalungan ini.

Seperti Masjid Muhammad Cheng Hoo, Masjid Raudatul Muchlisin, dan Masjid Jami’ AL Baitul Amin. Juga ziarah makam KH Muhammad Shiddiq.

“Termasuk di pendopo Bupati Jember. Pendopo Bupati Jember kan rumahnya seluruh masyarakat di Kabupaten Jember,” tuturnya.

“Biar ibu-ibu dari pinggiran desa bisa merasakan ademnya pendopo bupati, merasakan megahnya pendopo bupati,” Bambang tersenyum. (izza/*f2)

 

 

No Response

Leave a reply "Boyong Ibu-ibu Pinggiran Desa ke Kota Ikut Wisata Religi"